>

PTT Padi adalah Cara bercocok tanam padi yang memanfaatkan secara terpadu sumberdaya yang tersedia dan merupakan salah satu media bagi petani untuk melakukan pemahaman budidaya padi sawah yang berintegrasi terhadap sumber daya lahan, air, tanaman, OPT, dan iklim dalam penyusunan komponen – komponen teknologi yang sesuai dengan spesifik lokasi. sehingga akan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sehingga akan berpengaruh langsung terhadap peningkatkan pendapatan petani.

Dalam pelaksanaan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) menggunakan pendekatan partisipatif aktif dengan konsep learning by doing. Penyuluh pendamping dan tenaga POPT/PHP bersama-sama petani peserta SL-PTT membuat perencanaan jadwal, materi yang akan diberikan dan lain – lain. Pembelajaran di titik beratkan kepada praktek, diskusi serta teori dengan porsi 50 % praktek, 30 % diskusi dan 20 % teori.

Ruang Lingkup Kegiatan SL-PTT meliputi :
• Laboratorium lapangan (LL): merupakan lahan percontohan semua komponen PTT yang di laksanakan secara partisipatif bersama Kelompoktani pelaksana SL-PTTseluas 1 Ha. Komponen-komponen tehnologi PTT antara lain : penggunaan varietas unggul bersari bebas, olahan tanah sempurna, jarak tanam teratur atau legowo, PHT, pemupukan berimbang berdasarkan analisis tanah, penanganan pasca panen.
• Pelatihan : Sebagai wadah pembelajaran, diskusi dan pemahaman tentang konsespsi PTT, Penangkaran dan pengenalan varietas-varietas.
• PTT : Merupakan lahan milik kelompoktani peserta SL-PTT yang menerapkan beberapa komponen teknologi PTT padi sesuai dengan spesifik lokasi.

Hasil pengkajian di beberapa tempat memperlihatkan dengan PTT ini maka produktifitasnya meningkat sebesar 19,3 % – 24,5 %, (sekitar 1-2 ton lebih tinggi) sehingga petani dapat memperoleh keuntungan sebesar 35-50 % dibanding cara yang tersedia. PTT inipun telah mampu “berkontribursi secara nyata” produksi padi secara nasional. (sumber : Sinar Tani)

Iklan